Kamis, 15 April 2021
Situasi Makin Tak Kondusif, 200 Warga Indonesia Tinggalkan Myanmar | Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU RI Definitif | Kasus Covid-19 Riau di Posisi 4 Nasional, Gubri Tegaskan Lagi Patuh dengan Prokes | Prof. Quraish Shihab: Masa Nabi, Shalat yang Kita Lakukan Setelah Isya Itu Tidak Dinamai Tarawih | Habib Rizieq Marah-Marah di Ruang Sidang, Tuding Bima Arya Berbohong | Wako Pekanbaru Tegaskan ke Kepala Sekolah Disiplin Terapkan Prokes Covid-19 Saat Belajar Tatap Muka
 
Hukrim
Kesal Hubungan Digantung, Pria di Batam Unggah Video Porno Kekasihnya di Medos

Hukrim - - Selasa, 02/02/2021 - 16:28:01 WIB

SULUHRIAU, Batam- Merasa kecewa dan sakit hati, FD tega menyebar video porno sang pacar di media sosial. Akibat ulahnya, pelaku diciduk dan diamankan di Mapolda Kepri.

FD menyebarkan video porno dengan sang pacar berinisial B, di Instagram. Ia merasa sakit hati karena B meninggalkannya. Tersangka ditangkap di Jakarta pada Sabtu (30/1/2021), atas laporan korban ke Polda Kepri.

Kronologi kejadian berawal saat FD berpacaran dengan korban di tempat asalnya di Jakarta. Dalam menjalin hubungan selama tiga tahun, tersangka dan korban sudah sering melakukan hubungan intim.

Suatu saat, korban meminta izin kepada FD untuk mencari kerja di Pulau Bintan, Kepri. Usai berada di Bintan, pelaku memaksa untuk datang mengikuti sang pacar yang sudah bekerja.

Tersangka berencana untuk menyusul korban, namun dilarang oleh korban karena Kepri masih zona hitam Covid-19.

Merasa hubungan asmaranya digantung oleh korban, pada Selasa 22 Desember 2020, tersangka mengirim video hubungan seksual mereka kepada teman-teman dan keluarga korban. Tujuannya agar korban merasa malu. Video tersebut juga diunggah di Instagram.

Wadirkrimsus Polda Kepri, AKBP Nuroho Agus Setiawan mengatakan, tersangka mengaku kesal dan sakit hati. Dia berharap tindakannya itu membuat kekasihnya kembali ke pelukannya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 yang telah diubah dengan UU 10 Pasal 27 ayat 1 dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 2 unit handphone dan alamat email. [okz]

Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved