Kamis, 15 April 2021
Situasi Makin Tak Kondusif, 200 Warga Indonesia Tinggalkan Myanmar | Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU RI Definitif | Kasus Covid-19 Riau di Posisi 4 Nasional, Gubri Tegaskan Lagi Patuh dengan Prokes | Prof. Quraish Shihab: Masa Nabi, Shalat yang Kita Lakukan Setelah Isya Itu Tidak Dinamai Tarawih | Habib Rizieq Marah-Marah di Ruang Sidang, Tuding Bima Arya Berbohong | Wako Pekanbaru Tegaskan ke Kepala Sekolah Disiplin Terapkan Prokes Covid-19 Saat Belajar Tatap Muka
 
Daerah
Ditemukan Tewas Gantung Diri, Kakek Ini Tinggalkan Surat yang Isinya Mengharukan

Daerah - - Senin, 14/12/2020 - 07:17:56 WIB

SULUHRIAU - Seorang kakek ditemukan tewas gantung diri digudang miliknya. Sebelum gantung diri, kakek tersebut meninggalkan pesan yang mengharukan.

Marimin (64) warga lorong Tempalo I, RT 01 Kelurahan Tambak Sari Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi ditemukan tewas gantung diri di gudang rumah milikinya, Minggu (13/12/2020) malam. Ia bunuh diri diduga depresi akibat penyakit yang dideritanya selama 11 tahun tak kunjung sembuh.

Ketua RT 01 Tambak Sari Endang menyebutkan, sebelum ditemukan tewas, korban sempat menghilang dan dicari anak bungsunya. Setelah dicari korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam gudang rumahnya.

"Anak bungsunya sempat mencari korban, setelah mencari korban langsung terdengar jeritan tangis dari belakang rumah korban," ucapnya.

Ia menyebutkan, sebelum meninggal, korban sempat menuliskan sepucuk surat untuk keluarga dan para tetangga yang berisikan permohonan maaf semasa hidup korban.

"Dari isi surat yang ditinggalkan korban, memang korban dan keluarga tidak ada masalah, hanya saja memang korban sudah capek dengan sakit dideritanya dan meminta kasus kematian korban untuk tidak dipermasalahkan," ujarnya.

Mendapat informasi peristiwa bunuh diri dengan cara gantung diri tersebut, anggota Polsek Jambi selatan langsung melakukan olah TKP dan mengidentifikasi jenazah korban serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

"Kita sudah olah TKP. Namun, kita tidak ada menemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban dan pihak korban juga tidak mau jenazah kita lakukan autopsi," ujar Kanit Reskrim Polsek Jambi Selatan, Ipda Putu Gede.

"Berdasarkan keterangan istri korban bahwa korban menderita penyakit hernia dan usus buntu sudah 11 tahun lamanya dan sudah pernah dioperasi sebanyak 2 kali," tuturnya. (okz,src)




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved