Kamis, 15 April 2021
Situasi Makin Tak Kondusif, 200 Warga Indonesia Tinggalkan Myanmar | Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU RI Definitif | Kasus Covid-19 Riau di Posisi 4 Nasional, Gubri Tegaskan Lagi Patuh dengan Prokes | Prof. Quraish Shihab: Masa Nabi, Shalat yang Kita Lakukan Setelah Isya Itu Tidak Dinamai Tarawih | Habib Rizieq Marah-Marah di Ruang Sidang, Tuding Bima Arya Berbohong | Wako Pekanbaru Tegaskan ke Kepala Sekolah Disiplin Terapkan Prokes Covid-19 Saat Belajar Tatap Muka
 
Hukrim
Rusak Mobil Patroli Polisi Saat Demo UU Cipta Kerja di Pekanbaru, Pelaku Akui Bukan Mahasiswa

Hukrim - - Senin, 12/10/2020 - 19:55:16 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Pelaku yang merusak mobil patroli polisi saat aksi demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, di Pekanbaru Kamis (8/10/2020) lalu ditangkap polisi.

Pelaku mengaku bernama Guntur dan bukan mahasiswa. Sebelumnya, ada video yang beredar pelaku melakukan aksi perusakan mobil patroli polisi di depan Hotel Tjokro jalan Sudirman Pekanbaru menggunakan almamater Universitas Lancang Kuning (Unilak).

"Saya memakai almamater Unilak karena punya teman. Saya bukan mahasiswa dari Unilak tetapi saya bekerja sebagai wiraswasta. Saya ikut melakukan unjuk rasa pada 8 Oktober yang lalu dan memang saya yang melakukan perusakan pada mobil Satlantas," ujar Guntur, Senin (12/10/2020).

"Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada Unilak, mahasiswa serta Polda Riau atas perbuatan yang saya lakukan tersebut. Saya sangat menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi,"  katanya.

Sebelumnya, beredar video melalui medsos baik facebook maupun WA ada sekelompok orang melakukan perusakan mobil Satlantas yang terparkir di halaman Hotel Tjorko Pekanbaru saat aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja pada Kamis pekan lalu.

Aksi pengrusakan itu terlihat juga di video tersebut disaksikan banyak warga yang melintasi jalan sekitar itu.

Terlihat di video tersebut, seorang pria berjeket kuning yang kemudian diketahui bernama Guntur pertama kali melakukan perusakan terhadap mobil itu, lalu beberapa orang yang diduga mahasiswa dari berbagai kampus mengikuti aksi yang dilakukan oleh Guntur.

sementara itu, sebelumnya Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Dr Junaidi SS, MHum membantah mahasiswa Unilak terlibat dalam pengrusakan mobil patroli polisi lalulintas saat demo ribuan mahasiswa di gedung DPRD Riau beberapa waktu lalu.

"Sejak video itu tersebar di masyarakat, Unilak telah mencari informasi di internal siapa orang yang menggunakan jaket almamater kuning itu. Dan ternyata pria yang berjaket Kuning itu bukanlah mahasiswa Unilak," ujar Rektor, Senin (12/10/2020).

Dengan kejadian ini, Rektor meminta orang yang bukan mahasiswa Unilak untuk tidak menggunakan atribut Unilak, karena bukanlah hak mereka. Dan Rektor mengimbau mahasiswa Unilak untuk menyampaikan aspirasi secara santun dan tidak anarkis.

"Kita juga mengimbau mahasiswa untuk mewaspadai mereka-mereka yang ingin merusak nama baik Unilak dan tidak terpengaruh dengan provokator," cakapnya.

Sementara itu Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan kerjasama Dr Bagio Kadaryanto SH MH mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Direskrimum Polda Riau dan juga telah bertemu dengan pelaku. Dalam pertemuan itu sudah ditanyakan motif pelaku menggunakan almamater Unilak.

"Intinya pelaku yang melakukan pengrusakan mobil polisi bukan mahasiswa Unilak. Pelaku mendapatkan baju dari temannya yang katanya udah tamat. Untuk itu saya mengimbau mahasiswa Unilak untuk tidak meminjamkan baju almamaternya kepada yang bukan mahasiswa Unilak," sebutnya.

Pihaknya juga mengapresiasi Polda Riau yang mampu menangkap perusak mobil tersebut. "Terima kasih kepada Polda Riau," pungkasnya. (fix, src)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved