Rabu, 21 Oktober 2020
Ini Alasan Tokoh KAMI Ahmad Yani Menolak Ditangkap Polisi | Pemerintah Canangkan Sagu Sebagai Gerakan Diversifikasi Pangan Sehat | Bupati Irwan dan Kabulog Buwas Bahas Masa Depan Sagu | Pemerintah Siapkan Aturan Blokir Medsos, Begini Penjelasannya | Diresmikan Bupati Irwan, Bank Riau-Kepri Serahkan Bantuan CSR Bangun RKB Pontren Darul Fikri | Ada Juknis dari Kemenag Penggunaan Dana BOS 2020 yang Mesti Diketahui Madrasah dan Pesantren
 
Sosial Budaya
Jelajah Wisata
Berada di Kampar, Tanjung Gelinggang Bisa Jadi Tempat Wisata Alam

Sosial Budaya - - Senin, 24/08/2020 - 13:03:35 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Kekayaan alam nan indah di wilayah Riau yang ada di ceruk desa, tak kalah indah dari destinasi wisata yang sudah populer.

Hanya saja, kurang terekspos dan belum dikelola dengan baik. Seperti tepian sungai atau Tanjung Gelinggang di Dusun Pulau Kampuong,  Desa Pulau Rambai, Kecamatan Kampa,  Kabupaten Kampar, Riau. 

Nama yang dilekatkan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Riau,  Roni Rahmat usai meninjau langsung sekaligus mandi di tepian tersebut baru-baru ini.

Nama Gelinggang sudah menjadi ungkapan keseharian warga sekitar. Saban waktu, kata menunjukkan tempat itu selalu mereka ucapkan. Mengapa diberi nama gelinggang?.

Seperti dikutip dari FB KwK, di tebing sungai itu sedari dulu banyak terdapat jenis tumbuhan Gelinggang (Cassia Quaderialata) atau ada juga yang menyebut ketepeng adalah sejenis tumbuhan perdu besar dengan tinggi dapat mencapai 5 m, bentuk daun lonjong, bunga berwarna kuning, dan batang berduri.

Ada jenis Gelinggang yang bisa disayur dan dijadikan campuran gulai termasuk rendang daging. Rasa masakan dari daun Gelinggang ini dianggap paling enak dibanding  'TauokSimani'atau pohon Katuk.

Nah, ketika nama Tanjung Gelinggang kembali diangkat kepermukaan sebagai spot destinasi wisata air di tepian Sungai Kampar,  semua orang bakal merasakan multiplier effecknya,  baik langsung atau tak langsung.

Dan yang paling diharapkan ketika tempat ini maju sebagai destinasi wisata yang mengedepankan akar nilai sosial,  budaya dan religiusitas. (***)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved