Selasa, 22 09 2020
Waspada Covid-19, Pegawai di Lingkungan Kemenag Pekanbaru 75 Persen WFH | Pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Riau di Pelalawan Ditunda April 2021 | Tengku Mukhlis Dilantik Jadi Ketum LPTQ Pelalawan Masa Bakti 2019-2024 | Kecamatan Marpoyan Damai Siap-siap untuk Berlakukan PSBM | Sebanyak 118 ASN Pemprov Riau Positif Covid-19 | Suami yang Belah Perut Istrinya Mengaku "Tak Sengaja", Bayinya Tewas
 
Sosial Budaya
Milad MUI Ke-45
UAS: Yang Ingin MUI Bubar Justru Masuk Bui Duluan

Sosial Budaya - - Sabtu, 08/08/2020 - 11:50:48 WIB

SULUHRIAU- Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan kalimat tasyakur dalam acara Milad MUI ke-45 yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (7/8/2020) malam.

Dia menekankan kepada umat Islam untuk selalu menjaga dan mencintai MUI.

UAS menjelakan, MUI merupakan tempat berkumpulnya para tokoh besar dari beragai macam ormas Islam, seperti NU, Muhammadiyah, Alwashliyah, Mathlaul Anwar, Wahdah Islamiyah, dan lain-lain. Menurut dia, MUI sangat penting sebagai payung besar umat Islam.

“Begitu penting MUI sebagai payung besar, tempat berkumpulnya umat Islam dengan berbagai macam warnanya, mazhab fiqihnya, aliran pemikirannya. Walaupun berbeda tetapi kita ada payung tempat kita bernaung,” ujar UAS, Jumat (7/8/2020) malam.

Sebagai payung besar umat Islam, MUI sendiir pernah membantu UAS ketika ceramahnya tentang salib dipersoalkan sebagian masyarakat. “Saya dalam menjalani perjalanan dakwah ini pernah dipukul ombak, maka saat itu MUI hadir mengklasirifikasi, hadir menolong, membantu,” ucapnya.

Bantuan MUI kala itu sangat berkesan dalam hidup UAS. Karena itu, UAS akan menceritakannya kepada anak cucunya kelak tentang peran besar MUI dalam melindungi umat Islam.

“Saya akan ceritakan ke anak cucu saya bagaimana pernah MUI. Oleh sebab itu, mari kita jaga MUI, mari kita sayangi MUI. Mari kita jadikan MUI sebgaai rumah tempat kita bernaung, berhimpun,” katanya.

UAS mengatakan bahwa dirinya sudah biasa dibully dan dicaci maki dalam menjalankan dakwah Islam. Sebagai manusia biasa, UAS pun merasakan emosi dan marah.

Namun, menurut dia, kemarahannya tidak sebesar ketika ada orang yang menyerukan untuk membubarkan institusi MUI. 

Menurut UAS, sekarang orang yang ingin membubarkan MUI terebut telah ditangkap karena kasus narkoba. Menurut dia, begitu cepat hukuman Allah SWT terhadap orang tersebut. Akhirnya, UAS pun memahami bahwa ketika ada orang yang menghina agama harus dilawan.

“Marah karena diri dihina tidak dilakukan nabi, nabi memaaafkan. Tapi kalau agama dihina, institusi kita dihina, wajib kita marah, wajib kita mengamuk, wajib kita berjihad. Jihad itu ada levelnya macam-macam,” jelasnya.

Oleh sebab itu, tambah dia, sangat penting untuk membela MUI sebagai simbol pesatuan umat Islam. Di Milad MUI ke-45 ini, UAS pun berharap para tokoh dan ulama di MUI bisa tetap eksis untuk membentengi perjuangan umat Islam. 

“Selamat Milad MUI, seluruh pegurus selalu diberkahi Allah. Ini salah satu benteng perjuangan kita,” ujar dia. (Rol)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved