Selasa, 22 09 2020
Waspada Covid-19, Pegawai di Lingkungan Kemenag Pekanbaru 75 Persen WFH | Pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Riau di Pelalawan Ditunda April 2021 | Tengku Mukhlis Dilantik Jadi Ketum LPTQ Pelalawan Masa Bakti 2019-2024 | Kecamatan Marpoyan Damai Siap-siap untuk Berlakukan PSBM | Sebanyak 118 ASN Pemprov Riau Positif Covid-19 | Suami yang Belah Perut Istrinya Mengaku "Tak Sengaja", Bayinya Tewas
 
Nasional
Presiden Jokowi Dukung Uji Klinis Tahap 3 Vaksin Covid-19 Sinovac dari China

Nasional - - Selasa, 21/07/2020 - 13:18:18 WIB

SULUHRIAU- Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendukung para peneliti untuk melakukan pengujian klinis tahap 3 terhadap vaksin Sinovac dari China untuk penanganan Covid-19. Hal tersebut disampaikannya saat rapat terbatas yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

"Tadi kita sudah ketemu Pak Presiden. Beliau sangat mendukung uji klinis vaksin ini dan sangat membantu apa pun kebutuhannya. Sehingga kami sangat optimis," kata dosen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Dokter, Universitas Padjajaran, Kusnandi Rusmil usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2020).

Kusnandi yang juga koordinator uji klinis vaksin virus Corona menargetkan uji klinis akan rampung pada awal tahun 2021. Dengan jumlah sampel 1.620, selanjutnya akan dilakukan tindakan lanjutan oleh pihak Kementerian Kesehatan.

"Kami rencanakan uji klinis ini selesai bulan Januari dengan jumlah sampel yang ikut uji klinis ini ada 1620," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui Bio Farma berharap jika uji klinis tahap 3 terhadap vaksin Sinovac China berjalan lancar. Dengan demikian Holding BUMN Farmasi itu akan memproduksinya pada kuartal pertama tahun 2021.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19 dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan. Sehingga ditargetkan akan selesai pada bulan Januari 2021.

"Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap 3 lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal pertama 2021 mendatang, dan kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis," katanya di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Dia menambahkan, alasan pemilihan Sinovac sebagai mitra adalah platform vaksin/metode pembuatan vaksin yang digunakan oleh Sinovac, sama dengan kompetensi yang dimiliki oleh Bio Farma saat ini. Dengan metode inaktivasi tersebut, Bio Farma sudah memiliki pengalaman dalam pembuatan vaksin seperti vaksin Pertusis.

Indonesia melalui Induk Holding BUMN Farmasi Bio Farma, siap untuk melakukan uji klinis tahap 3 untuk vaksin Covid-19. Sebagai tahap awal Uji Klinis tahap 3, vaksin dari Sinovac, China, sudah tiba di Bio Farma pada tanggal 19 Juli 2020, sebanyak 2.400 vaksin.

Kedatangan vaksin Covid-19 dari Sinovac akan digunakan untuk kebutuhan fase uji klinis tahap 3 pada Agustus 2020 mendatang.

Sumber: Merdeka.com
Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved