Selasa, 07 Juli 2020
Ketika Pers Sedang Risau, SMSI Hadir Memberi Solusi | Menag: Ada 11.998 Madrasah Tak Punya Jaringan Listrik | Pemkab Meranti Perpanjang Pengajuan Beasiswa 14 Agustus 2020 | Sepekan Kedepan, Harga Sawit Riau Alami Penurunan | Keberangkatan JCH 2020 Dibatalkan, Pasporv JCH 2020 Pekanbaru Dikembalikan | Pengadilan Agama dan Kemenag Tekan MoU Cegah Akta Cerai Palsu
 
Daerah
Produk Ikan Kaleng Bantuan Pemkab Meranti Ditemukan Belatung Ditarik dari Peredaran

Daerah - - Jumat, 29/05/2020 - 12:54:10 WIB

SULUHRIAU,  Meranti- Ikan kaleng bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dan tidak adanya izin edar dari produk tersebut, kini sudah ditarik dan diganti. Hal ini bagian dari tanggapan pemerintah dan pihak terkait dari keresahan masyarakat atas masalah ini.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Kepulauan Meranti sebagai leading sektor dan koordinator pembagian Sembako bersama Koperasi Cahaya Indo Nusa selaku distributor langsung bergerak cepat untuk menarik dan menggantikannya dengan produk ikan kalengan merek lain, Jumat (29/5/2020).

Kepala Dinsos P3APPKB Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar didampingi PPTK, Ferry  mengklarifikasi adanya temuan tersebut kepada awak media.

Ferry selaku PPTK awalnya mengaku terkejut jika adanya temuan ulat didalam kemasan ikan kalengan bermerek Poh Sung dan pihaknya langsung melakukan penarikan terhadap produk tersebut dan dia pun langsung meminta kepada distributor untuk menggantinya.

"Dari 6000 paket tidak ada masalah, namun adanya tambahan 400 inilah ditemukan sedikit masalah, dimana ada  merek ikan kalengan yang berbeda dari sebelumnya dan itupun bisa kami pastikan hanya 75 kaleng saja. Saya juga kaget, tapi setelah berkoodinasi dengan pihak desa dan ada itikad baik dari distributor kita makanya barang ini segera kita tarik dan sudah diganti," kata Ferry, Kamis (28/5/2020) sore.

Dikatakan Ferry, walaupun sebelumnya ada penambahan paket, pihaknya tidak mendapatkan konfirmasi awal dari distributor terhadap adanya pengganti merek produk ikan kalengan, sehingga dia mengaku baik-baik saja.

"Saya tidak tahu ada barang yang diganti mereknya, saya juga tidak bisa mengecek karena barangnya sudah tertumpuk banyak dan sebelumnya juga tidak ada masalah, dan saya juga belum tahu jika merek ini sudah ada rekom BBPOM ditarik peredarannya dari pasaran," ungkap Ferry.

Terhadap pengadaan barang ini, Ferry juga mengaku pihaknya sudah berkoordinasi sebelumnya dengan pihak terkait dalam hal ini Disdagperinkop.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Disdagperinkop terkait masalah harga, namun tidak sampai kepada quality control," ujarnya.

Kepala Dinsos P3APPKB Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar menambahkan pihaknya akan mengevalusi terhadap temuan ini agar tahapan kedepannya lebih baik lagi.

"Kalau untuk bantuan covid-19 ini sifatnya fleksibel, jadi kalau misalnya ada kesalahan maka kita akan evaluasi sambil berjalan agar kedepannya lebih baik lagi. Untuk tahap kedua nanti kita akan rembuk ulang apakah makanan yang cepat busuk ini kita ganti dengan makanan yang siap saji dan menyehatkan," kata Agusyanto.

Sementara itu, kepala Koperasi Cahaya Indo Nusa selaku distributor, Joko Sucahyo mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui bahwa ikan kalengan tersebut tidak diperbolehkan beredar dan dia juga telah menarik kembali ikan  kalengan tersebut.

"Memang ada setelah kami cek dari 400 ada sekitar 75 kaleng. Jadi begini, dari produk tambahan yang diminta saat itu karena kekurangan jadi kami ambil dari distributor dan tak tau kalau ada yang diluar izin peredaran, tapi ini sudah kita tarik dari peredaran dan diganti dengan produk baru yang izinnya sudah ada dan sudah dibawa ke Desa Lukun barang gantian ini," jelasnya.

Atas keteledoran itu, Joko menyampaikan permohonan maaf dan berjanji kedepan akan lebih hati-hati lagi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat terutama penerima, kami kurang kroscek. Ini juga jadi pelajaran bagi kami untuk lebih hati-hati lagi kedepannya agar hal seperti ini tidak terulang lagi," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti dihebohkan dengan penemuan Ulat Belatung didalam ikan kalengan.

Ikan kalengan tersebut merupakan salah satu dari enam item didalam paket Sembako bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti.

Adapun ikan kalengan Makarel Saus Tomat tersebut diketahui bermerek Poh Sung merupakan produk luar negeri yang dikemas oleh PT Sumber Karya Sejati, Kota Batam, Kepulauan Riau dengan nomor izin edar ML 543929001006,(tmy)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved