Selasa, 07 Juli 2020
Ketika Pers Sedang Risau, SMSI Hadir Memberi Solusi | Menag: Ada 11.998 Madrasah Tak Punya Jaringan Listrik | Pemkab Meranti Perpanjang Pengajuan Beasiswa 14 Agustus 2020 | Sepekan Kedepan, Harga Sawit Riau Alami Penurunan | Keberangkatan JCH 2020 Dibatalkan, Pasporv JCH 2020 Pekanbaru Dikembalikan | Pengadilan Agama dan Kemenag Tekan MoU Cegah Akta Cerai Palsu
 
Kesehatan
Warga AS Percaya Bill Gates Tanam Chip di Vaksin COVID-19

Kesehatan - - Senin, 25/05/2020 - 17:58:58 WIB

SULUHRIAU– Pandemi coronavirus COVID-19 di hampir seluruh negara di dunia, turut menimbulkan teori konspirasi di masyarakat. Alhasil, memerangi informasi yang keliru dan teori konspirasi tentang virus coorna, hampir sama sulitnya dengan memerangi virus itu sendiri.

Salah satunya adalah teoris konspirasi tentang pendiri Microsoft, Bill Gates, yang disebut akan memanfaatkan vaksin COVID-19 untuk menanamkan microchip kepada miliaran orang di dunia. Microchip itu digunakan untuk memantau pergerakan manusia.

Survei representatif terhadap 1.640 orang dewasa di Amerika Serikat oleh YouGov untuk Yahoo News, menemukan separuh responden AS, yang mengatakan Fox News adalah sumber berita televisi utama mereka, percaya terhadap teori konspirasi tersebut.

Selain itu para responden yang menyebut diri sebagai 'Pendukung Donald Trump pada Pemilu 2016', sekitar 44 persen dari kelompok itu mengatakan meyakini teori konspirasi itu benar.

Temuan survei menggarisbawahi tingkat di mana teori konspirasi ini bahkan telah melampaui persepsi publik tentang virus corona itu sendiri. Di AS, virus corona telah menginfeksi lebih dari 1,6 juta orang dan 96 ribu orang meninggal dunia, sehingga pemerintah menerapkan jarak sosial dan karantina.

Ketika orang-orang mulai menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi. mereka juga mulai membaca dan menyebarkan teori konspirasi tentang virus corona. Teori konspirasi lain yang juga ramai adalah tentang teknologi 5G yang berperan menyebarkan corona, sehingga masyarakat merusak hampir 80 menara di Inggris.

Gates telah menjadi pusat perhatian di antara para ahli teori konspirasi, karena upayanya untuk memvaksinasi orang di seluruh dunia, serta penampilannya di media baru-baru ini selama beberapa bulan terakhir. Dia juga mengkritik tanggapan pemerintah terhadap krisis, seperti dalam editorial Maret yang diterbitkan di The Washington Post.

"Pilihan yang kita dan para pemimpin kita buat sekarang akan memiliki dampak besar pada seberapa cepat jumlah kasus mulai berjalan turun, berapa lama ekonomi tetap ditutup, dan berapa banyak orang Amerika harus menguburkan orang yang dicintai karena COVID-19," tulisnya dalam kolom yang diterbitkan 31 Maret lalu, seperti dikutip Cnet.

Survei Yahoo dan YouGov pada Mei tidak menemukan bahwa semua orang percaya teori konspirasi ini.

Empat puluh lima persen independen, 52 persen Demokrat dan 63 persen orang, yang mengatakan mereka memilih Hillary Clinton pada 2016, mengatakan mereka tidak percaya teori konspirasi tentang Gates dan vaksin.

Survei yang sama juga menemukan bahwa hanya setengah dari orang Amerika sekarang mengatakan mereka berniat untuk mendapatkan vaksinasi jika dan ketika vaksin virus corona tersedia. Dua puluh tiga persen orang mengatakan mereka tidak mau, dan 27 persen mengatakan mereka tidak yakin.

Sumber: Viva.co.id
Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved