Selasa, 22 09 2020
Waspada Covid-19, Pegawai di Lingkungan Kemenag Pekanbaru 75 Persen WFH | Pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Riau di Pelalawan Ditunda April 2021 | Tengku Mukhlis Dilantik Jadi Ketum LPTQ Pelalawan Masa Bakti 2019-2024 | Kecamatan Marpoyan Damai Siap-siap untuk Berlakukan PSBM | Sebanyak 118 ASN Pemprov Riau Positif Covid-19 | Suami yang Belah Perut Istrinya Mengaku "Tak Sengaja", Bayinya Tewas
 
Daerah
Warga Desa Sialang Pasung Geger Penemuan Mayat Mengapung dengan Kondisi Membengkak

Daerah - - Senin, 13/04/2020 - 19:39:08 WIB

SULUHRIAU, Meranti - Masyarakat desa Sialang Pasung Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti dikejutkan ada penemuan jenazah seorang laki-laki tanpa identitas mengapung diperairan Selat Air Hitam Ahad, (12/4/2020) malam.

Kepala Desa Sialang Pasung, Rudianto mengatakan, pada nalam itu mendapat informasi dari salah seorang warga yang hendak pergi menjala ikan.

Lalu informasi itu dilakukan pengecekan ke lokasi yang disebut.

"Benar ditemukan mayat di pinggir laut, perbatasan Desa Sialang Pasung dan Bantar  sekitar pukul 20.00 WIB, tetapi identitasnya belum diketahui, karena kondisinya sedikit sudah membengkak". Kata Rudiant

Kepala desa ini menceritakan tentang kronologis penemuannya mayat tanpa identitas tersebut.

 Awal ditemukannya mayat tersebut, ketika salah seorang warga Pecah Buyung Desa Bantar sedang pergi menjalankan aktifitas hariannya yaitu menjala ikan.

"Ketika menemukan warga tersebut memberitahukan kepada pemilik kerambah, setelah itu mereka mengabarkan berita tersebut kepada kepala dusun (kadus) di desanya,  dan kadus selanjutnya melaporkan temuan ini," katanya.

Dikatakan, ia bersama beberapa warga lain melakukan kroscek langsung ke lokasi dan kemudian melaporkan pada pihak kepolisian melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut Kepala Desa mengatakan, jenazah selesai dilakukan evakuasi pukul 01:30 Wib,  dibawa ke RSUD Dorak Selatpanjang, untuk dilakukan penanganan dan otopsi.

Dari hasil pemeriksaan medis, kasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Dari keterangan Kapolres Meranti, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Ario Damar SIK mengatakan,  jenazah pertama kali ditemukan oleh saksi Rauf 42 tahun warga  Jalan Olahraga Desa Bantar Kecamatan Rangsang Barat. Saat itu saksi sedang memasang gumbang (alat penangkap ikan) di sekitar TKP.  Jasad korban ditemukan saksi dalam kondisi terapung di dekat pohon mangrove.

“Saksi kemudian melaporkan penemuan mayat ini ke pihak Kepolisian Sektor Rangsang Barat,” kata AKP Ario, Senin (13/2/2020).

Setelah mendapatkan laporan, dilanjutkan AKP Ario, Kapolsek Rangsang Barat IPTU J.A. Lubis, bersama Kanit Reskrim dan delapan orang anggota menuju TKP, selanjutnya mengevakuasi korban ke RSUD Selatpanjang.

AKP Ario juga menerangkan,  bahwa ciri-ciri fisik Mr X ini yakni, laki-laki berusia sekira 40 – 50 tahun dengan tinggi badan 165 cm, berkumis dan berjenggot dan saat ditemukan hanya mengenakan pakaian dalam merk CODIGO warna abu-abu hitam.

“Hasil pemeriksaan sementara oleh tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka di jasad korban.” pungkasnya. (tmy)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved