Senin, 30 November 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna Jawaban Kepala Daerah Terhadap Panum Fraksi Terkait Ranperda APBD-P 2021 | Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Positif COVID-19 | Tim Dokter Kecam Wali Kota Bogor Bima Arya Intervensi Tindakan Medis Rizieq Shihab | Keluar RS Ummi, Habib Rizieq ke Megamendung atau Petamburan? | Banjir di Desa Bonai Rendam 28 Rumah dan 2 Mushalla, Warga Diimbau Jangan Panik | Polisi Sekat Jemaah yang Mau ke Haul Syekh Abdul Qadir Jailani
 
Daerah
Dinas PU PRPKP Meranti Concern Program Swakelola Demi Percematan Pembangunan yang Dinikmati Masyarak

Daerah - - Jumat, 27/03/2020 - 14:44:57 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Tidak semua pekerjaan pembangunan harus dilelang. Melalui program swakelola yang dicanangkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan dan Pemukiman (DPU PRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti setidaknya melegakan hati masyarakat dengan adanya program Swakelola.

Terbukti beberapa jalan yang rusak seperti jalan perkantoran didorak selatpanjang, kemudian jalan Antara Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi menghubungkan Jalan Rintis sepanjang lebih kurang 195 meter, saat ini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan dan Pemukiman (DPU PRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti Drs.H.Herman,SE,MT melalui Kabid Bina Marga Dinas PU Fajar Triasmoko, MT mengatakan, selagi kegiatan program swakelola masih dikelola bagian Bina Marga, pihaknya terus melakukan perencanaan.

"Dengan swakelola kita bisa menghemat biaya, butinya dengan anggaran lebih kurang Rp150 juta, jalan Antara  Desa Banglas sepanjang 195 meter, yang sebelumnya sempat mendapat protes dari masyarakat setempat dengan menanam pohon dijalan yang berlubang dengan waktu 10 hari sudah selesai kita kerjakan dan bisa dinikmati masyarakat,"kata Fajar kepada midia ini Jumat, (27/3/2020).

Untuk itu pihaknya sangat berharap dukungan banyak pihak terutama  Anggota DPRD meranti bisa menyalurkan dana asfirasinya melalui pokir bisa membantu programnya. untuk awak media juga  memberikan informasi dilapangan jika menemukan jalan yang termasuk didalam SK kabupaten mengalami kerusakan.

"Yang kita kawatirkan apa bila program swakelola yang kita rancang belum selesai kita sudah pindah atau di mutasi ke opd lain, dan kegiatan swakelola ini rencananya akan kembali di kelolai oleh bagian perkim apakah mau menjalankan program swakelola ini lagi,"ujar Fajar.

Pria yang baru beberapa bulan berjabat sebagai Kabid Bina Marga Dinas PU itu, mempunyai impian untuk membuka akses jalan dibeberapa desa seperti desa Centai dan jalan desa Gayung Kiri yang saat ini dianggap maupun desa tertinggal yang disebabkan akses jalan sudah rusak dan tidak tersentuh pembangunan.

"Kalau kita selama ini beralasan untuk membangun akses jalan desa Centai dan desa Gayung Kiri tidak bisa dibangung lantran susah masuk material sampai kapan seperti itu, Ini gunanya kita sebagai Dinas PU mencari solusi, sesuai dengan kehalian dan teknis yang kita punya jika dibiarkan kasihan masyarakat didaerah perdesaan itu dan saya kawatir desa itu jadi desa kampung tinggal," terang fajar. (tmy)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved