Sabtu, 11 Juli 2020
Ayo Manfaatkan, Tinggal 3 Hari Lagi Berlaku Bebas Denda Pajak Daerah Pemko Pekanbaru | PT PHE Kampar Akan Aspal Jalan di Lingkungan I Kopau Kel. Kerumutan dan Desa Mak Teduh Sepanjang 4 K | Kunjungi Desa Tj Samak dan Topang, GM Unit Kepri-Riau PT Timah Minta Dukungan Warga | 101 Pejabat Pemko Dilantik, Adizal Jabat Sekretaris Bapenda Pekanbaru | 172 Orang Penyelenggara Pilkada Pelalawan Jalani Rapid Test | Guru SD Ditemukan Tewas Telanjang Dalam Ember, Sebelum Dibunuh Juga Diperkosa Mantan Muridnya
 
Sosial Budaya
Ajak Masyarakat Terapkan Isolasi Diri, Menhan Prabowo: Negara Tidak Mau Otoriter

Sosial Budaya - Sumber: rmol.id I Editor: Jandri - Senin, 23/03/2020 - 14:38:00 WIB

SULUHRIAU- Kebijakan isolasi mandiri (self isolated) dan pembatasan kegiatan sosial (social distancing) yang ditetapkan pemerintah kembali diingatkan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Prabowo menegaskan, isolasi mandiri dan pembatasan kegiatan sosial semata-mata untuk meminimalisir angka penyebaran virus corona baru (Covid-19).

"Terutama diajak atau diimbau untuk kerja dari rumah, ya di rumah, bukan libur ke pantai. Ini yang harus disampaikan ke anak kita. Bukan libur sekolah, belajar dari rumah. Hal semacam ini membantu," tegasnya usai menerima bantuan alat kesehatan dari China, di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (23/3/2020).

Selain itu, mantan Danjen Kopassus ini juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih. "Utamanya menjaga diri masing-masing. Sering mandi, sering cuci tangan pakai sabun. Jaga jarak sebetulnya ya," harapnya.

Lebih lanjut, putra ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo ini mengimbau masyarakat untuk manut melaksanakan imabauan pemerintah ini.

Sebab menurutnya, pemerintah Indonesia enggan menjadi pemerintahan yang otoriter, seperti negara lain yang mendisplinkan masyarakatnya saat keluar rumah.

"Kami tidak mau otoriter. Banyak negara lain sangat keras, di Indonesia ini ingin kesadaran, self protection," harap Prabowo Subianto.

"Insya Allah kita bisa atasi ini asalkan kompak dan tidak panik. Ini dihadapi seluruh dunia, jadi harus dihadapi serius tetapi tenang," tutupnya. [rmol,jan]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved