Selasa, 12 November 2019
Datang ke SMPN 38, Agung Minta Kadisdik Pekanbaru Serius Bina Guru | Wawako: Bangkitkan Semangatkan Inovasi untuk Jadi Pahlawan Masa Kini | Upaya Menaik Kelaskan RSUD Meranti dari Type D ke Type C Terus Digesa | Di Rapat, PKS Minta Prabowo Setop Orang Ngaku Misionaris Masuk Papua | Peringati Maulid Nabi Saw 1441 H, Pemkab Bengkalis Undang Penceramah Ustadz DR H Wijayanto | Seorang Remaja 18 Tahun Tewas Usai Dipatuk Ular King Kobra Peliharaan
 
Pendidikan
Kadisdik Pekanbaru Sesalkan Bully pada Pelajar SMP: Kita Sudah Turunkan Tim

Pendidikan - - Jumat, 08/11/2019 - 17:13:48 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru-  Kadisdik Pekanbaru H Abdul Jamal MPd, menyesalkan kasus bully (perundungan) kalangan pelajar SMP Pekanbaru.

Apalagi korban bully ini dirawat di rumah sakit, korban mengalami patah tulang hidung dan dioperasi.

Terkait kasus bully tersebut, pihak disdik juga sudah menurunkan tim menindaklanjuti masalah ini terdiri dari Kabid SMP dengan Kasi Kesiswaan SMP untuk klarifikasi. Dan Kepsek juga menjenguk ke rumah sakit.

Jamal menagaskan, pasti sekolah tidak mengajarkan kekerasan baik sesama murid, antara guru dengan murid maupun murid dengan guru.

Untuk itulah katanya perlu pendidikan karakter dan program sekolah ramah anak dan program sekolah sahabat keluarga. "Ini untuk membentuk prilaku siswa yg baik dan terjadi komunikasi yang harmonis antara siswa dengan sekolah dan orang tua," katanya.

Mengantisipasi persoalan ini, disdik meningkatkan kerjasama dengan instansi lain, termasuk dengan kepolisian, komisi perlindungan anak dan dinas pemberdayaan dan perlindungan anak untuk memberikan pembejaran prilaku yang baik dan anti kekerasan serta hoaks.

Selain itu, Disdik katanya akan mengatifkan peran wali kelas dan guru BK dalam menampung curhatan siswa.

Seperti diberitakan seorang pelajar SMP di Pekanbaru diduga menjadi korban bully (perundungan).

Dan korban dikabarkan harus menjalani menjalani operasi di rumah sakit.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda dikonfrimasi media, menyebutkan jajaran Satreskrim Polresta Pekanbaru bersama unit perlindungan perempuan dan anak tengah menyelidiki aksi perundungan tersebut.

"Kita ada terima laporan. Saat ini tengah diselidiki Satreskrim Polresta Pekanbaru," ujar Budhia, Jumat (8/11/2019).

Laporan itu dari keluarga korban perundungan masuk pada Rabu, 6 November 2019.

Kasus perundungan inipun sempat viral di media sosial (Medsos). Kasus bully itu terungkap setelah adanya postingan pada Facebook yang diunggah akun Rani Chambas, Kamis (7/11/2019) jam 10.31 WIB.

Lewat postingannya itu, Rani menjelaskan kasus bullying yang dialami seorang siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Kota Pekanbaru. Herannya korban sendiri dibully di dalam kelas. Bahkan, dia sebut seorang guru ada di kelas yang sama.

Guru dituding bermain ponsel seakan cuek dengan keributan siswanya, hingga membully korban. Kini korban dirawat di salah rumah sakit swasta Pekanbaru, setelah dioperasi akibat luka di kepala dan patah tulang hidung. (prt, Jan)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved