Selasa, 10 Desember 2019
Ini yang Paling Dikagumi Aisyah dari Rasulullah | Apindo Sebut Pekanbaru Paling Cepat Dapat Manfaat dari Tol Pekanbaru-Dumai | Pak Harto Pernah Meramal Nasib Indonesia di 2020 | DPPR: Usulan LPAI Sekolah Tiga Hari Perlu Dikaji | PPSW Sumatera Kampanyekan Peran Perempuan dalam Pemberantasan Korupsi | Angka Kekerasan pada Perempuan Tinggi
 
Internasional
Donald Trump: Pentolan ISIS Abu Bakr al-Baghdadi Saya Nyatakan Tewas

Internasional - Sumber: viva.co.id - Senin, 28/10/2019 - 06:38:14 WIB

SULUHRIAU- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan secara resmi bahwa pentolan teroris ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi telah tewas.

Menurut Trump, al-Baghdadi tewas dalam sebuah operasi militer yang dilakukan pasukan khusus AS di Provinsi Idlib, Suriah.

"Penjahat besar yang berusaha keras mengintimidasi orang lain. Tapi dia menghabiskan hari-hari terakhirnya dalam ketakutan. Dia panik dan takut ketika pasukan Amerika mendatanginya," kata Trump, seperti dikutip dari Aljazeera, Minggu, 27 Oktober 2019.

Ia lalu bercerita bahwa al-Baghdadi tewas akibat bom bunuh diri yang melekat di rompi yang menempel pada tubuhnya di sebuah terowongan buntu.

Trump juga memberikan selamat kepada militer AS yang sukses melumatkan pentolan teroris yang paling dicari di Suriah tersebut.

Tidak ada korban jiwa dari pasukan AS. Operasi militer ini diperintahkan langsung oleh Presiden Donald Trump. Misi militer AS adalah mencari lokasi "target bernilai tinggi", yang diyakini adalah Abu Bakar al-Baghdadi.

Misi tersebut pernah dijalankan ketika memburu pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden, pada 2011 di Abbottabad, Pakistan. Tak bisa dipungkiri bahwa Abu Bakr al-Baghdadi disebut-sebut sebagai orang paling dicari di seluruh dunia.

Pada Oktober 2011, Amerika Serikat secara resmi menetapkan ia sebagai "teroris" dan menawarkan hadiah uang sebesar US$10 juta (Rp140 triliun) untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya atau kematiannya.

Abu Bakr al-Baghdadi punya reputasi sebagai taktisi di medan perang yang sangat terorganisir dan bengis. Ia dilahirkan di dekat Samarra, sebelah utara Baghdad, pada 1971. Nama aslinya adalah Ibrahim Awad al-Badri.

Berbagai laporan menyebutkan ia menjadi imam di sebuah masjid di kota tersebut selama invasi yang dipimpin AS pada 2003.

Beberapa kalangan percaya bahwa ia sudah menjadi jihadis militan selama Saddam Hussein berkuasa. Yang lain menduga ia teradikalisasi selama empat tahun ditahan di Camp Bucca, fasilitas AS di Irak selatan tempat banyak komandan al-Qaeda ditahan.

Ia muncul pada 2010 sebagai pemimpin al-Qaeda di Irak, salah satu grup yang melebur dengan ISIS, dalam upaya merger dengan Front al-Nusra di Suriah.

ISIS merilis video seorang pria yang mengaku sebagai Abu Bakr al-Baghdadi awal tahun ini. Sebelumnya, ia tidak pernah terlihat sejak 2014, ketika dari Mosul ia memproklamirkan penciptaan "kekhalifahan" di wilayah Suriah dan Irak. [vvc,Jan]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved