Selasa, 12 November 2019
Datang ke SMPN 38, Agung Minta Kadisdik Pekanbaru Serius Bina Guru | Wawako: Bangkitkan Semangatkan Inovasi untuk Jadi Pahlawan Masa Kini | Upaya Menaik Kelaskan RSUD Meranti dari Type D ke Type C Terus Digesa | Di Rapat, PKS Minta Prabowo Setop Orang Ngaku Misionaris Masuk Papua | Peringati Maulid Nabi Saw 1441 H, Pemkab Bengkalis Undang Penceramah Ustadz DR H Wijayanto | Seorang Remaja 18 Tahun Tewas Usai Dipatuk Ular King Kobra Peliharaan
 
Hukrim
Pengadilan Tinggi Pekanbaru Bebaskan Dua Pegawai BPN Terdakwa Kasus Pungli

Hukrim - - Selasa, 08/10/2019 - 19:41:32 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru menerima banding dua terdakwa dugaan pungutan liar (pungli) pengurusan sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak, Silvia Dianita dan Yusni Herawati. Kedua pegawai BPN Kabupaten Siak itu dibebaskan karena tidak terbukti melakukan tindak pidana.

Silvia Dianita merupakan Kasubsi Peralihan Hak Tanah di BPN Kabupaten Siak sedangkan Yusni Herawati adalah tenaga honorer di instansi pemerintah tersebut. Keduanya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) saat melakukan pemungutan uang pengurusan sertifikat tanah kepada warga.

Panitera Muda (Panmud) Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rosdiana Sitorus, membenarkan putusan hakim PT Pekanbaru yang membebaskan Silvia dan Yusni. Salinan putusan sudah diterima PN Pekanbaru. "Salinan putusan sudah diterima, PT memvonis bebas kedua terdakwa," ujar Rosdiana, Selasa (8/10/2019).

Vonis dibacakan majelis hakim PT Pekanbaru yang diketuai Jalaludin SH MHum, dengan hakim anggota Toni Pribadi SH MH dan H Yusdirman Yusuf pada Senin, 30 September 2019 lalu. Selanjutnya salinan putusan akan diserahkan kepada para pihak, yakni Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan kedua terdakwa.

Di Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru, Silvia Dianita dan Yusni Herawati divonis masing-masing 1 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan. Keduanya terbukti melanggar Pasal 12 huruf e Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagai mana diubah dan ditambah dengan UU RI Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kedua terdakwa terjaring OTT Tim Satuan Tugas Pemberantasan Pungutan Liar (Saber Pungli) Menkopolhukam bersama Tim Saber Pungli Kabupaten Siak pada Rabu (25/7/2018) lalu sekitar pukul 14.45 WIB.

Barang bukti diamankan uang tunai pecahan Rp 50.000 sebesar Rp 1,9 juta, satu buah tas selempang, rekaman CCTV, catatan-catatan pengurusan sertifikat tanah, dan 4 arsip warkah.

Sumber: cakaplah.com
Editor: Jandri




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved