Selasa, 10 Desember 2019
Ini yang Paling Dikagumi Aisyah dari Rasulullah | Apindo Sebut Pekanbaru Paling Cepat Dapat Manfaat dari Tol Pekanbaru-Dumai | Pak Harto Pernah Meramal Nasib Indonesia di 2020 | DPPR: Usulan LPAI Sekolah Tiga Hari Perlu Dikaji | PPSW Sumatera Kampanyekan Peran Perempuan dalam Pemberantasan Korupsi | Angka Kekerasan pada Perempuan Tinggi
 
Politik
Sidang Gugatan Pilpres
Debat Panas Luhut-BW: Senioritas, Drama dan Permainkan Nyawa Orang

Politik - - Selasa, 18/06/2019 - 18:38:22 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Sidang sengketa Pilpres 2019 diwarnai perdebatan panas Bambang Widjojanto (BW) dengan Luhut Pangaribuan.

Hal itu bermula saat BW meminta MK memberikan perlindungan saksi pilpres. Tapi MK menolaknya. "Jangan membuat drama," kata Luhut di ruang sidang di MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (28/6/2019).

Luhut menyatakan apa yang disampaikan oleh BW seakan-akan mengada-ada. Ancaman saksi dinilai tidak bisa terbuktikan. "Saya keberatan," kata BW memotong omongan Luhut.

Luhut yang lebih senior di YLBHI tidak terima dan kembali memotong omongan BW. "Anda tidak menghormati senior," ujar Luhut tegas.

Sebab, saat berbicara, Luhut tidak memotong omongan BW. Namun sebaliknya, BW malah memotong.

"Kalau betul ada (ancaman-red), tolong sampaikan di persidangan ini untuk membantu. Syukur-syukur kalau ini bukan drama. Kalau sungguh-sungguh, mari kita dengarkan, kewajiban kita, langsung atau tidak langsung, " kata Luhut.

Dicecar hal itu, BW kemudian menaikkan nada bicaranya.
"Ini bukan drama. Ini sungguh-sungguh. Jangan mempermainkan nyawa orang!" kata BW.

Sidang gugatan Pilpres Selasa ini dengan agenda jawaban pihak termohon dan terkait atas gugatan pemohon dari kubu capres Prabowo-Sandi.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved