Jum'at, 24 Mei 2019
Bupati Bengkalis Sampaikan Indah Berbagi dengan Anak Yatim dan Keluarga Prasejahtera | Gugatan Ke MK, Tim Hukum Prabowo-Sandi Gaet 4 Pakar Hukum Beken Ini | Kenang Sosok Alm Ustadz Arifin Ilham, Gubri: Beliau Berdoa Hujan Langsung Berhenti | DPC Granat, PPI dan KSOP Kelas IV Meranti Serahkan Bantuan Sembako ke Kaum Dhuafa | DPC Granat, PPI dan KSOP Kelas IV Meranti Serahkan Bantuan Sembako ke Kaum Dhuafa | PKS Riau Tolak Teken Hasil Rekapitulasi di Tiga Dapil
 
Metropolis
Dihadiri Wagubri dan Wawako, Warga Pekanbaru Ikuti Petang Megang Sambut Ramadhan 1440 H

Metropolis - - Minggu, 05/05/2019 - 18:04:28 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pemko Pekanbaru Minggu, (5/5/2019) sore menggelar petang megang dipusatkan di tepi Sei Siak sekitar Jembatan Siak III, Pekanbaru.

Prosesi petang megang menyambut ramadhan 1440 H/ 2019 M ini, dihadiri Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution dan Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi, SSi.

Kegiatan diawali dengan ziarah makam pendiri Pekanbaru, Marhum Pekan di komplek Masjid Raya sekitar pukul 13.30 WIB.

Kemudian prosesi petang megang nyambut ramadhan dilakukan arak-arakan bersama rombongan wawako dan masyarakat dengan pakaian Melayu ke mesjid Raya Senapelan setelah melakukan shalat ashar berjamaah dan zikir di Mesjid Raya.

Arak-arakan itu disertai dengan membawa jambar berisikan kue atau makanan khas melayu, dan arak-arakan itu juga langsung menuju ke Sungai Siak di bawah Jembatan Lighton I dimana acara petang magang (balaimau kasai) dipusatkan.

Prosesi balaimau kasai dengan memandikan sejumlah anak secara simbolis dengan air bercampur limau dan wangi-wangian oleh Wakil Gubernur dan Wakil Walikota an Kadis pariwisata Riau Fahmizal serta Kadis Wisata Pekanbaru, Nurfaisal.

Wagubri Edy Natar dalam kesempatan itu mengatakan, tradisi Potang Mogang ini merupakan tradisi turun menurun warga Pekanbaru dalam menyambut Ramadhan.

"Mandi balimau atau Potang Mogang adalah tradisi Melayu yang sudah turun-temurun. Tradisi ini masih terus melekat di tengah masyarakat," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Pekanbaru, Nurfaisal mengatakan, tradisi ini dilaksanakan untuk melestarikan budaya Melayu agar tidak hilang dan bisa diteruskan ke anak cucu.
Dan tak kalah penting juga sebagai wujud mempuk silaturrahmi dan saling memaafkan untuk memasuki bulan suci.

"Dari asfek pariwisata, kegiatan ini sudah masuk dalam kalender pariwisata, untuk itu kegiatan ini akan tetap dipertahankan," kata Nurfaisal. (yas)




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved