Senin, 19 08 2019
Gedung DPRD Papua Barat di Manokwari Dibakar Pendemo | MUI Minta Polisi Usut Penyebar Video Ustadz Somad soal Salib | Wabup Meranti Pesan ke Pramuka Berperan Atasi Karhutla dan Sampah Plastik | Bupati Jadi Irup, Upacara Peringatan HUT RI ke-74 di Meranti Berjalan Hikmat dan Sukses | Pekan Ini, Seluruh JH Asal Meranti Tiba di Kampun Halaman | BRI Serahkan CSR untuk Sarana Pembangunan Pendidikan SLB Bengkalis
 
Metropolis
Dihadiri Wagubri dan Wawako, Warga Pekanbaru Ikuti Petang Megang Sambut Ramadhan 1440 H

Metropolis - - Minggu, 05/05/2019 - 18:04:28 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pemko Pekanbaru Minggu, (5/5/2019) sore menggelar petang megang dipusatkan di tepi Sei Siak sekitar Jembatan Siak III, Pekanbaru.

Prosesi petang megang menyambut ramadhan 1440 H/ 2019 M ini, dihadiri Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution dan Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi, SSi.

Kegiatan diawali dengan ziarah makam pendiri Pekanbaru, Marhum Pekan di komplek Masjid Raya sekitar pukul 13.30 WIB.

Kemudian prosesi petang megang nyambut ramadhan dilakukan arak-arakan bersama rombongan wawako dan masyarakat dengan pakaian Melayu ke mesjid Raya Senapelan setelah melakukan shalat ashar berjamaah dan zikir di Mesjid Raya.

Arak-arakan itu disertai dengan membawa jambar berisikan kue atau makanan khas melayu, dan arak-arakan itu juga langsung menuju ke Sungai Siak di bawah Jembatan Lighton I dimana acara petang magang (balaimau kasai) dipusatkan.

Prosesi balaimau kasai dengan memandikan sejumlah anak secara simbolis dengan air bercampur limau dan wangi-wangian oleh Wakil Gubernur dan Wakil Walikota an Kadis pariwisata Riau Fahmizal serta Kadis Wisata Pekanbaru, Nurfaisal.

Wagubri Edy Natar dalam kesempatan itu mengatakan, tradisi Potang Mogang ini merupakan tradisi turun menurun warga Pekanbaru dalam menyambut Ramadhan.

"Mandi balimau atau Potang Mogang adalah tradisi Melayu yang sudah turun-temurun. Tradisi ini masih terus melekat di tengah masyarakat," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Pekanbaru, Nurfaisal mengatakan, tradisi ini dilaksanakan untuk melestarikan budaya Melayu agar tidak hilang dan bisa diteruskan ke anak cucu.
Dan tak kalah penting juga sebagai wujud mempuk silaturrahmi dan saling memaafkan untuk memasuki bulan suci.

"Dari asfek pariwisata, kegiatan ini sudah masuk dalam kalender pariwisata, untuk itu kegiatan ini akan tetap dipertahankan," kata Nurfaisal. (yas)




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved