Senin, 19 08 2019
Gedung DPRD Papua Barat di Manokwari Dibakar Pendemo | MUI Minta Polisi Usut Penyebar Video Ustadz Somad soal Salib | Wabup Meranti Pesan ke Pramuka Berperan Atasi Karhutla dan Sampah Plastik | Bupati Jadi Irup, Upacara Peringatan HUT RI ke-74 di Meranti Berjalan Hikmat dan Sukses | Pekan Ini, Seluruh JH Asal Meranti Tiba di Kampun Halaman | BRI Serahkan CSR untuk Sarana Pembangunan Pendidikan SLB Bengkalis
 
Daerah
BPN Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Nasional dan Ulama

Daerah - - Rabu, 24/04/2019 - 09:36:18 WIB

SULUHRIAU- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan elite Badan Pemenangan Nasional dan sejumlah tokoh di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (23/4/2019) malam.

Pertemuan tersebut dihadiri Dewan Pengarah BPN, Amien Rais, hingga tokoh Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso mengatakan, pertemuan tersebut membahas beberapa hal strategis terkait dinamika politik pilpres.

"Masih bicara hal-hal strategis dan situasi politik terakhir pilpres," kata Priyo kepada VIVA, Rabu dini hari, 24 April 2019.

Priyo menjelaskan, dugaan banyak kecurangan yang terjadi di pilpres kali ini menjadi perhatian. Apalagi muncul wacana pembentukan Tim Pencari Fakta atau TPF untuk mengusut dugaan kecurangan ini.

Kemudian, BPN melihat rentetan dugaan kecurangan ini seperti dilakukan secara sistematis. "Bagaimana termasuk data-data kecurangan yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif," tutur Priyo.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua BPN lainnya, Ahmad Muzani. Ia menekankan, perhelatan pilpres kali ini tak sesuai harapan karena banyak dugaan kecurangan yang terjadi di berbagai daerah.

"Bicara pemilu pilpres sekarang kok enggak sesuai harapan. Kenapa? Ya itu karena banyak kecurangan itu terjadi. Ini yang jadi sorotan dalam pertemuan juga," kata Muzani.

Kemudian, ia menyampaikan dalam pertemuan itu juga menyinggung banyak petugas KPPS meninggal dunia dalam perhelatan pilpres dan pileg yang digelar serentak ini.
Menurutnya, hal tersebut harus menjadi perhatian serius oleh lembaga penyelenggara pemilu.

Kata dia, pemilu yang digelar serentak ini harus disiapkan sistem untuk mengantisipasi beban petugas yang berlebihan.

"Lembaga penyelenggara pemilu harus siapkan dari potensi keletihan petugas karena beban pekerjaan akhirnya meninggal dunia. Ini kan banyak, di atas 100 orang yang meninggal dunia karena pekerjaan," tutur Muzani.

Selain Sekretaris Umum FPI Munarman, pertemuan juga dihadiri pendukung Prabowp seperti pengusaha Dahlan Iskan, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath hingga Neno Warisman.

Sumber: viva.co.id | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved