Senin, 18 November 2019
Gempar Bomber Medan Ditolak Dikebumikan di Wilayah Setempat | Hardianto: Ahmad Syah Diharap Tetap Jadi Ketua TAPD Pemrov Riau Hingga Pengesahaan APBD | DPMPTSP Catat Investasi Masuk ke Pekanbaru Rp1,25 Triliun | Potensi Karhutla di Riau Diprediksi Lebih Dahsyat pada 2020 | 2020, Transfer ke Daerah dan Dana Desa Menjadi Rp856 Triliun | BPJS Kesehatan Pekanbaru Terlilit Utang Puluhan Miliar Rupiah ke Rumah Sakit
 
Politik
Debat Ke-5 Pilpres Debat Sesi Kelima Antiklimaks, Dua Paslon Dianggap Jenuh

Politik - - Sabtu, 13/04/2019 - 00:23:55 WIB

SULUHRIAU- Debat sesi kelima pada debat pamungkas Pilpres 2019 dianggap berjalan antiklimaks. Penyebabnya, kedua pasangan calon dinilai sudah jenuh dan hanya berupaya menghabiskan waktu.

"Saya harus mengatakan substansinya hampir nggak ada debat sesi kelima tadi ya. Debat terbuka saya harus katakan antiklimaks. Kalau menurut saya, betul-betul jenuh ya, terlihat sudah masing-masing kandidat ingin menyelesaikan waktu saja," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya, Sabtu (13/4/2019).

Dia kemudian menyebut terjadi narasi yang diulang-ulang oleh para paslon. Misal, Jokowi mengulang istilah agregat, sementara Prabowo mengulang soal kebocoran anggaran.

"Kandidat bahkan terlihat mengulang-ulang kalimat yang digunakan, misal Jokowi mengulang-ulang istilah agregat dalam ekonomi makro, sama Prabowo mengulang-ulang tentang kebocoran uang, Sandi mengulang-ulang contoh mikronya, akhirnya lama-lama terasa membosankan," jelasnya.

Yunarto kemudian menyoroti Prabowo yang dianggapnya terlihat seperti tidak membaca data sehingga narasi yang dibangun tidak berkembang. Sementara itu, Jokowi dianggap lebih bisa memberi penjelasan secara komprehensif.

"Nggak terlihat sebagai seorang calon pemimpin yang memilik konsep. Sandi bisa menutupi itu, menurut saya. Di sisi lain Pak Jokowi lebih komprehensif dalam menjelaskan, infrastruktur dan perkembangan semua daerah dan pemerataan," jelasnya.


Debat kelima yang digelar di Hotel Sultan Jakarta Sabtu (13/4/2019) itu ditutup dengan pernyataan Ketua KPU Arief Budiman. Arief mengingatkan bahwa debat kelima sekaligus menandai berakhirnya tahapan kampanye Pilpres 2019.

Dia juga berharap rangkaian debat dan kampanye yang sudah dilaksanakan dapat menjadi panduan bagi pemilih untuk memilih pemimpin saat hari pencoblosan 17 April mendatang.

Setelah penutup dari Arief, moderator memanggil kedua pasangan calon dan tim kampanye masing-masing naik ke atas panggung. Lagu Indonesia Pusaka karya Ismail Marzuki pun dilantunkan untuk menutup debat terakhir Pilpres 2019.

Sumber: detik.com, CNN Indonesia | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved