Rabu, 24 April 2019
Motor Listrik Nasional Gesits Jadi Meluncur Besok | BPN Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Nasional dan Ulama | Fluktuasi Harga Bawang Putih Sangat Tajam, Suplier Kurangi Stok Barang | Merasa 'Dikambinghitamkan', Kades Lukun: Warga tak Terlibat Pasok Kayu Diduga Illog di Areal PT NSP | KI Pusat: Masyarakat Berhak Minta Informasi dari KPU soal Pemilu | Ratusan Brimob ke Ibu Kota, Moeldoko: Jakarta Harus Diperkuat
 
Daerah
Pilu!, Gadis Bawah Umur Dijual Keperwanannya oleh Ibu Angkat ke Hidung Belang

Daerah - - Rabu, 20/02/2019 - 22:39:59 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Hati siapa tidak tersayat, jika mendengar kisah seorang gadis bawah umur korban dari perilaku ibu angkatnya yang menjual keperawanannya ke hidung belang.

Kisah pilu ini dituturkan Mawar (15) (nama samaran-red) saat acara Penyuluhan Antisipasi Dini Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yng digelar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Kepulauan Meranti.

Di depan peserta Mawar yang hanya berpendidikan hingga kelas III Sekolah dasar (SD)  itu meluahkan kisah kekerasan seksual yang dialaminya.

Dikatakan, pada awalnya ia punya harapan adanya orang tua sambung yang akan melindungi dirinya.  Lalu adalah seorang Wanita yang mengangkatnya sebagai anak, dan Mawarpun sudah menganggap wanita itu ibu angkat. "Saya awalnya diajak ke rumahnya, saya dikasih makan dan dirawat," ungkapnya diikuti isak tangis.

Setelah dirawat dan dihidupi selama beberapa waktu, Mawar mengaku orangtua angkatnya itu lantas membawa nya ke seseorang. "Ibu itu bilang, kamu sudah saya kasih makan, sekarang kamu lakukan sesuatu untuk saya. Terpaksa saya melakukan hanya untuk membalas budi ibu itu," ujarnya sambil menahan tangisnya.

Sungguh mengoyak hati mendengar ceritanya. Karena menurut Mawar, ia dijual kehidung belang Rp 250.000. Dari jumlah itu ia mendapat bagian Rp 50.000.

Namun kata Mawar lagi, saat ini ibu angkatnya itu telah menjalani proses hukum atas perbuatannya setelah diamankan aparat kepolisian beberapa waktu lalu.

"Sampai saat ini saya masih trauma dan masih ingat apa yang telah terjadi," ucap Mawar meneteskan air matanya saat didampingi Psikolog Refita Mustika Dewi, Rabu (20/2/2019).

Saat ini Mawar sudah menjalani masa rehabilitasi di Pekanbaru untuk memperbaiki psikologis dan rasa traumanya.

Dalam kesempatan itu, Mawar juga berpesan kepada yang masih punya orangtua agar menjaga orangtuanya dengan baik.

"Saya ingatkan kepada kawan-kawan yang masih punya kedua orangtua untuk menyayangi mereka," tuturnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos P3APPKB Kepulauan Meranti Juwita Ratna Sari mengatakan, bahwa cerita korban kekerasan ini untuk memberikan informasi dan keberanian. Sehingga masyarakat tak ragu melaporkan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungannya.

"Jadi ini sebagai infomasi kepada masyarakat, agar jangan takut melaporkan tindak kekerasan yang terjadi kepada kita maupun masyarakat sekitar," ujarnya.

Ratna menyampaikan bahwa korban tindak kekerasan tidak usah takut karena identitas akan dirahasiakan. "Apapun informasi terhadap korban dan identitas kita usahakan sebisa mungkin tidak terekspos," ungkapnya.

Mantan Lurah Selatpanjang Barat ini juga mengatakan bahwa tugas untu menyelesaikan ini sangat berat, untuk itu diperlukan peran serta masyarakat.

"Menghadirkan cerita korban bukan maksud mendramatisir masalah ini, namun inilah contoh kasus yang harus kita tanggani bersama," ungkap Ratna.

Dirinya berharap melalui penyuluhan ini, pemahaman dan pengetahuan akan kekerasan terhadap anak tidak hanya di dapat peserta akan tetapi dibagikan kepada masyarakat luas. [rls, jan]



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved