Rabu, 12 Desember 2018
Terungkap Alasan Wuling Confero Jarang Ada di Pasar Mobil Bekas | Risma Terkejut Saat Lihat Negara Kim Jong Un | Jawab La Nyalla, Gerindra Bicara Hasil Salat dan Baca Alquran | Pengakuan Menggelegar La Nyalla | Peduli HAM, Bupati Amril Terima Penghargaan Dari Menkumham Yasonna Laoly | Wawako Lepas Kafilah MTQ Pekanbaru Ikuti MTQ ke-XXXVI tingkat Provinsi Riau
 
Daerah
Peristiwa
Semburan Air Bercampur Lumpur Setinggi 30 Meter Gegerkan Warga

Daerah - - Senin, 06/08/2018 - 09:51:34 WIB

SULUHRIAU- Semburan air disertai lumpur setinggi 30 meter mengejutkan warga Ngawi. Lokasi semburan berasal dari sumur pompa air di sawah milik Mujianto (45), warga Desa Planglor Dukuh Tambakselo selatan, Kecamatan Kedunggalar.

Lokasi semburan air bercampur lumpur dan pasir itu berada di 100 meter selatan ruas tol Ngawi-Mantingan yang belum selesai pembangunannya. Tepatnya di KM 563+600 Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren.

Saat itu Mujiono memompa air untuk mengairi sawah yang akan dibajak untuk ditanami padi. Namun air yang menyembur di luar kewajaran. Mujiono pun segera mematikan mesin.

"Saya kaget tadi pagi mau mengairi sawah dengan menyedot sumur dengan mesin diesel. Tapi begitu mesin menyala, langsung menyembur tinggi air bercampur lumpur," jelas Mujianto di lokasi, Ahad (5/8/2018).

Bahkan, jelas Mujiono, air tetap keluar menyembur semakin tinggi mencapai 10 hingga 30 meter hingga menjebol atap rumah mesin. "Saya matikan tapi tetap keluar semburan air dan lumpur hingga menjebol atap rumahan mesin ini," katanya.

Karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Mujianto melapor ke perangkat desa dan polsek setempat. Polisi telah memasang garis police line dan mengambil sampel air disertai lumpur.

Semburan air bercampur lumpur itu begitu kuat. Tiga pipa besi berukuran tiga inchi yang tertanam di tanah sedalam 12 meter terbawa semburan air. Bahkan tinggi semburan pertama kali mencapai 150 meter.

"Pipa ini 12 meter tertanam dalam tanah terlempar ke atas hingga 150 meter. Dahsyat ini kekuatannya," ujar Kapolsek Widodaren AKP Juwahir.

Ketiga pipa tersebut, kata Juwiran, masing-masing berukuran panjang 4 meter tergeletak di sekitar lokasi semburan air bercampur lumpur makin besar. Dari keterangan pemilik sawah, sumur itu dibuat sekitar 6 tahun lalu dengan kedalaman 80 meter.

Sementara itu sampel sebanyak 4 liter air yang diambil dengan dua jerigen berukuran 2 liter itu untuk barang bukti dan penelitian.

"Kami ambil empat liter air untuk barang bukti dan penelitian kandungan airnya. Apakah berbahaya atau tidak, makanya kami police line juga agar warga tidak mendekat," kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Maryoko kepada wartawan di lokasi.

Untuk penelitian, jelas kasat, kemungkinan akan melibatkan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Selain air, sampel lumpur juga diambil untuk melengkapi penelitian. "Kami masih akan koordinasi dulu dengan Pemkab Ngawi untuk penelitian, kemungkinan UGM ya," tambahnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan perangkat desa agar tidak ada warga yang mendekat ke lokasi. Dikhawatirkan air tersebut mengandung gas beracun berbahaya. Hingga kini pagi ini, Senin (6/8/2018) semburan air bercampur lumpur itu menjadi tontonan warga sekitar.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved