Sabtu, 20 Oktober 2018
Optimalkan Pelayanan, Disdukcapil Bengkalis Tambah 15 Unit Mesin Cetak e-KTP | TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut Handphone Rp35 Miliar | Rata-rata Pemilik LCGC Belum Paham Spek Mobilnya | Sebanyak 1.000 Kantong Darah Disumbang PT Chevron Sepanjang 2018 | Duel Maut di Tapung Berakhir Tragis, Korban Tewas dengan Tusukan Pisau | Ini Kata Bupati Sukiman Usai Diperiksa Bawaslu Riau
 
Ekbis
Tambang Giok Longsor, Tewaskan 14 Orang Penambang

Ekbis - - Jumat, 04/05/2018 - 17:36:45 WIB

SULUHRIAU- Sebuah longsor terjadi di timbunan limbah tambang giok di Myanmar bagian utara. Nahas, sedikitnya 14 orang tewas dalam insiden ini.

Myanmar dikenal sebagai penghasil utama batu permata, yang seringkali dilanda insiden. Industri tambang giok di Myanmar kebanyakan tidak memiliki aturan hukum yang jelas.

Pemerintahan sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi telah berjanji untuk memperketat aturan pertambangan giok, setelah insiden longsor mematikan di Kachin yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (4/5/2018), insiden ini terjadi di sebuah tambang giok di desa Wai Hka, Kachin, pada Jumat (4/5/2018) pagi waktu setempat. Saat itu, para pekerja sedang mengeruk timbunan yang berisi limbah tambang, demi mendapat serpihan giok.

"Saya nyaris tidak selamat... Timbunan tanah runtuh dan menewaskan orang-orang," tutur salah satu penambang giok, Min Naung (30).

Kebanyakan tambang giok di Myanmar dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang terkait dengan pemimpin pemerintah junta militer sebelumnya, juga perusahaan-perusahaan China. Para pekerja tambang, yang kebanyakan pendatang dari berbagai wilayah di Myanmar, menghabiskan waktu berjam-jam di kondisi berbahaya untuk upah kecil.

"Untuk menjaga keselamatan nyawa dan mengurangi risiko longsor, perusahaan seharusnya mengikuti aturan hukum pertambangan saat menggali," sebut pejabat desa Wai Hka. Sebagian besar dari 50 ribu jiwa populasi desa ini bekerja di tambang giok.

Laporan kelompok advokasi lingkungan, Global Witness, menyebut nilai produksi giok di Myanmar mencapai angka US$ 31 miliar pada tahun 2014. Para pakar menyebut mayoritas hasil tambang giok diselundupkan ke wilayah China.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

Jumat, 19/10/2018 - 17:18:48 WIB
Optimalkan Pelayanan, Disdukcapil Bengkalis Tambah 15 Unit Mesin Cetak e-KTP
Jumat, 19/10/2018 - 17:07:12 WIB
TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut Handphone Rp35 Miliar
Jumat, 19/10/2018 - 16:58:43 WIB
Rata-rata Pemilik LCGC Belum Paham Spek Mobilnya
Jumat, 19/10/2018 - 16:16:05 WIB
Sebanyak 1.000 Kantong Darah Disumbang PT Chevron Sepanjang 2018
Jumat, 19/10/2018 - 16:04:29 WIB
Duel Maut di Tapung Berakhir Tragis, Korban Tewas dengan Tusukan Pisau
Jumat, 19/10/2018 - 15:47:00 WIB
Terkait Deklarasi Dukungan Calon Presiden
Ini Kata Bupati Sukiman Usai Diperiksa Bawaslu Riau
Jumat, 19/10/2018 - 15:37:54 WIB
Erdogan Kalahkan Raja Salman, Ini Daftar 50 Muslim Paling Top
Jumat, 19/10/2018 - 11:12:03 WIB
Terkait Deklerasi Dukungan Presiden,
Bupati Rohul Datangi Bawaslu Riau, Pemeriksaan Dilakukan Tertutup
Jumat, 19/10/2018 - 10:38:39 WIB
Lampu Jalan di Kota Ini Akan Diganti dengan Bulan Buatan
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved