Rabu, 18 Juli 2018
Wako: 88 Unit Menara Telekomunikasi di Pekanbaru Tak Bertuan | Jadi Korban Kekejaman Satpol PP, Mahasiswa Lapor ke Polres | Menteri-menteri Jokowi yang Nyaleg di Pemilu 2019, Siapa Saja? | Heboh Sapi Berkepala 2 di Inhu, Ini Penjelasan Ilmiahnya | Hari Ini JCH Riau Berangkat ke Embarkasi Batam | Ribuan Pencaker Urus Kartu Kuning di Disnakar
 
Politik
Jokowi Soal Orasi Ahmad Dhani: Hasutan Kebencian Harus Ditindaklanjuti

Politik - - Selasa, 08/11/2016 - 10:28:10 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Presiden Joko Widodo menegaskan hasutan kebencian dan penghinaan terhadap simbol negara harus diproses secara hukum. Namun proses hukum ini harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

"Tadi juga di dalam saya sampaikan yang berkaitan dengan hasutan kebencian, hal-hal yang berkaitan penghinaan simbol-simbol negara kalau aturan hukumnya ada, harus ditindaklanjuti," tegas Jokowi di Auditorium STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2016).

Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat ditanya mengenai adanya laporan ke polisi dengan terlapor musisi Ahmad Dhani. Dhani dilaporkan karena dianggap menghina presiden dengan melontarkan kata-kata kasar pada orasi demonstrasi 4 November lalu.

Dhani dilaporkan dua kelompok relawan Jokowi yakni Projo dan Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) ke Polda Metro Jaya pada Minggu (6/11). Ketum (LRJ) Riano Oscha mengatakan pihaknya tersinggung dengan orasi Dhani yang terekam dalam video yang viral di berbagai media sosial.

"Bukti video rekaman utuh dan transkrip kami lampirkan bahkan beberapa saksi yang di lokasi kejadian Medan Merdeka Utara juga kami bawa sebagai saksi," kata Riano.

Atas aduan ini, pihak Dhani balik mempertanyakan dua relawan Jokowi. Pelaporan ke polisi dianggap tidak tepat.

"Kita menanyakan legal standing. Sesuai keputusan MK, itu delik aduan. Yang menjadi hak yang merasa dirugikan adalah presiden. Kenapa laporan bisa diterima?" kata pengacara Ahmad Dhani, Ramdan Alamsyah, Senin (7/11).

Ramdan juga mempertanyakan bukti yang diajukan oleh Projo dan LRJ. Dia menyebut video yang dijadikan bukti sudah dipotong."Ada yang dipenggal dan mengubah makna dari video asli," ucapnya.

Sumber: detik.com


Rabu, 18/07/2018 - 09:45:42 WIB
Wako: 88 Unit Menara Telekomunikasi di Pekanbaru Tak Bertuan
Rabu, 18/07/2018 - 09:39:34 WIB
Terkait Demo di Kantor Bupati Kampar,
Jadi Korban Kekejaman Satpol PP, Mahasiswa Lapor ke Polres
Rabu, 18/07/2018 - 09:08:21 WIB
Menteri-menteri Jokowi yang Nyaleg di Pemilu 2019, Siapa Saja?
Rabu, 18/07/2018 - 08:51:23 WIB
Heboh Sapi Berkepala 2 di Inhu, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Rabu, 18/07/2018 - 08:41:09 WIB
13 JCH Pekanbaru Gagal Berangkat,
Hari Ini JCH Riau Berangkat ke Embarkasi Batam
Rabu, 18/07/2018 - 08:22:08 WIB
Jelang Job Ekspo Pemko Pekanbaru
Ribuan Pencaker Urus Kartu Kuning di Disnakar
Selasa, 17/07/2018 - 21:38:46 WIB
Terkait Viral 'Kantor Polisi Berama Biro Keamanan RRT'
Kapolres Ketapang Dicopot, Polri: Dia Terlalu Pede
Selasa, 17/07/2018 - 21:26:09 WIB
Didaftarkan Caleg PDIP, Kapitra: Wallahi, Saya Tak Pernah Ketemu Hasto
Selasa, 17/07/2018 - 21:17:55 WIB
Kapitra Pengacara Habib Rizieq Jadi Caleg PDIP, Ini Kata Hasto
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved