Sabtu, 20 Oktober 2018
Optimalkan Pelayanan, Disdukcapil Bengkalis Tambah 15 Unit Mesin Cetak e-KTP | TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut Handphone Rp35 Miliar | Rata-rata Pemilik LCGC Belum Paham Spek Mobilnya | Sebanyak 1.000 Kantong Darah Disumbang PT Chevron Sepanjang 2018 | Duel Maut di Tapung Berakhir Tragis, Korban Tewas dengan Tusukan Pisau | Ini Kata Bupati Sukiman Usai Diperiksa Bawaslu Riau
 
Politik
Jokowi Soal Orasi Ahmad Dhani: Hasutan Kebencian Harus Ditindaklanjuti

Politik - - Selasa, 08/11/2016 - 10:28:10 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Presiden Joko Widodo menegaskan hasutan kebencian dan penghinaan terhadap simbol negara harus diproses secara hukum. Namun proses hukum ini harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

"Tadi juga di dalam saya sampaikan yang berkaitan dengan hasutan kebencian, hal-hal yang berkaitan penghinaan simbol-simbol negara kalau aturan hukumnya ada, harus ditindaklanjuti," tegas Jokowi di Auditorium STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2016).

Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat ditanya mengenai adanya laporan ke polisi dengan terlapor musisi Ahmad Dhani. Dhani dilaporkan karena dianggap menghina presiden dengan melontarkan kata-kata kasar pada orasi demonstrasi 4 November lalu.

Dhani dilaporkan dua kelompok relawan Jokowi yakni Projo dan Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) ke Polda Metro Jaya pada Minggu (6/11). Ketum (LRJ) Riano Oscha mengatakan pihaknya tersinggung dengan orasi Dhani yang terekam dalam video yang viral di berbagai media sosial.

"Bukti video rekaman utuh dan transkrip kami lampirkan bahkan beberapa saksi yang di lokasi kejadian Medan Merdeka Utara juga kami bawa sebagai saksi," kata Riano.

Atas aduan ini, pihak Dhani balik mempertanyakan dua relawan Jokowi. Pelaporan ke polisi dianggap tidak tepat.

"Kita menanyakan legal standing. Sesuai keputusan MK, itu delik aduan. Yang menjadi hak yang merasa dirugikan adalah presiden. Kenapa laporan bisa diterima?" kata pengacara Ahmad Dhani, Ramdan Alamsyah, Senin (7/11).

Ramdan juga mempertanyakan bukti yang diajukan oleh Projo dan LRJ. Dia menyebut video yang dijadikan bukti sudah dipotong."Ada yang dipenggal dan mengubah makna dari video asli," ucapnya.

Sumber: detik.com


Jumat, 19/10/2018 - 17:18:48 WIB
Optimalkan Pelayanan, Disdukcapil Bengkalis Tambah 15 Unit Mesin Cetak e-KTP
Jumat, 19/10/2018 - 17:07:12 WIB
TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut Handphone Rp35 Miliar
Jumat, 19/10/2018 - 16:58:43 WIB
Rata-rata Pemilik LCGC Belum Paham Spek Mobilnya
Jumat, 19/10/2018 - 16:16:05 WIB
Sebanyak 1.000 Kantong Darah Disumbang PT Chevron Sepanjang 2018
Jumat, 19/10/2018 - 16:04:29 WIB
Duel Maut di Tapung Berakhir Tragis, Korban Tewas dengan Tusukan Pisau
Jumat, 19/10/2018 - 15:47:00 WIB
Terkait Deklarasi Dukungan Calon Presiden
Ini Kata Bupati Sukiman Usai Diperiksa Bawaslu Riau
Jumat, 19/10/2018 - 15:37:54 WIB
Erdogan Kalahkan Raja Salman, Ini Daftar 50 Muslim Paling Top
Jumat, 19/10/2018 - 11:12:03 WIB
Terkait Deklerasi Dukungan Presiden,
Bupati Rohul Datangi Bawaslu Riau, Pemeriksaan Dilakukan Tertutup
Jumat, 19/10/2018 - 10:38:39 WIB
Lampu Jalan di Kota Ini Akan Diganti dengan Bulan Buatan
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved