Rabu, 18 Juli 2018
Wako: 88 Unit Menara Telekomunikasi di Pekanbaru Tak Bertuan | Jadi Korban Kekejaman Satpol PP, Mahasiswa Lapor ke Polres | Menteri-menteri Jokowi yang Nyaleg di Pemilu 2019, Siapa Saja? | Heboh Sapi Berkepala 2 di Inhu, Ini Penjelasan Ilmiahnya | Hari Ini JCH Riau Berangkat ke Embarkasi Batam | Ribuan Pencaker Urus Kartu Kuning di Disnakar
 
Sosial Budaya
Ini 'Rahasia' Rekayasa Uang Gaib Dimas Kanjeng Versi Eks Pengikutnya

Sosial Budaya - - Minggu, 02/10/2016 - 13:35:12 WIB
Foto int
TERKAIT:
 
 

PROBOLINGGO, Suluhriau- Junaidi (50), bekas pengikut asal Desa Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, bicara banyak soal bagaimana cara Dimas Kanjeng Taat Pribadi (46) mendatangkan uang gaib. Dia menyebut uang gaib tersebut rekayasa.

Junaidi menjadi pengikut padepokan pada tahun 2011 lalu, kemudian keluar 4 tahun kemudian. Dia kenal padepokan dari Ismail Hidayah, eks pengikut asal Wringin Anom, Kecamatan Panaruksan, Situbondo, yang ditemukan menjadi mayat pada Februari 2015 lalu.

Menurut Junaidi, dia pernah mendapat cerita dari Ismail bahwa untuk mendapatkan simpati, Dimas Kanjeng mengirim uang 2 koper ke rumah Marwah Dauh Ibrahim, pengurus MUI dan ICMI yang saat ini menjadi ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng.

Uang tersebut diklaim muncul secara gaib di rumah Marwah pada malam hari. Padahal, kata Junaidi, bukan datang secara ghaib melainkan ada yang mengantarkannya sembunyi-sembunyi.

"Almarhum Ismail pernah cerita dia bawa uang dua koper ke rumah Bu Marwah seakan-akan uang itu tiba-tiba muncul atau dibawa jin," terang Junaidi saat kembali melapor ke Mapolres Probolinggo melengkapi berkas laporannya, Minggu (2/10/2016).

Uang sebanyak 2 koper itu, kata Junaidi, diletakkan di teras rumah Marwah pada malam hari saat Marwah tidur. Setelah uang itu berada di rumah Marwah, Taat Pribadi menghubungi Marwah untuk mengecek uang di depan teras rumahnya.

"Taat Pribadi menelepon Bu Marwah, kalau uangnya sudah muncul secara gaib di rumahnya. Padahal Ismail lah yang meletakkan uang itu," ujar Junaidi.

Uang 2 koper itu bukan uang palsu melainkan asli. "Nominalnya miliaran rupiah," ungkap Junaidi seperti dilansir detik.com.

Marwah Daud saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya belum bisa berkomentar banyak. Ia mengaku ada acara keluarga di Bekasi. Dia membantah melalui pesan singkat (SMS). "Setahu saya tidak pernah,".

Sumber: Detik.com| Editor: Jandri

Rabu, 18/07/2018 - 09:45:42 WIB
Wako: 88 Unit Menara Telekomunikasi di Pekanbaru Tak Bertuan
Rabu, 18/07/2018 - 09:39:34 WIB
Terkait Demo di Kantor Bupati Kampar,
Jadi Korban Kekejaman Satpol PP, Mahasiswa Lapor ke Polres
Rabu, 18/07/2018 - 09:08:21 WIB
Menteri-menteri Jokowi yang Nyaleg di Pemilu 2019, Siapa Saja?
Rabu, 18/07/2018 - 08:51:23 WIB
Heboh Sapi Berkepala 2 di Inhu, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Rabu, 18/07/2018 - 08:41:09 WIB
13 JCH Pekanbaru Gagal Berangkat,
Hari Ini JCH Riau Berangkat ke Embarkasi Batam
Rabu, 18/07/2018 - 08:22:08 WIB
Jelang Job Ekspo Pemko Pekanbaru
Ribuan Pencaker Urus Kartu Kuning di Disnakar
Selasa, 17/07/2018 - 21:38:46 WIB
Terkait Viral 'Kantor Polisi Berama Biro Keamanan RRT'
Kapolres Ketapang Dicopot, Polri: Dia Terlalu Pede
Selasa, 17/07/2018 - 21:26:09 WIB
Didaftarkan Caleg PDIP, Kapitra: Wallahi, Saya Tak Pernah Ketemu Hasto
Selasa, 17/07/2018 - 21:17:55 WIB
Kapitra Pengacara Habib Rizieq Jadi Caleg PDIP, Ini Kata Hasto
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved